Lelah Mengadu


Lelah Mengadu

 

Kepada siapa aku mengadu

Saat senyum sinis mulai nampak

Saat luka-luka pada harapan yang mulai luntur

Tersayat perih tak terbatalkan ini

Saat peluru menyerbu jiwa tak bersalah

Manakah janji yang diikrarkan??

Yang membunuh lautan nafas

Yang terekam bangkai-bangkai merajalela

Tanda tak ada cinta!!!

 

Kepada siapa aku mengadu

Undang-undang tergeletak di selokan

Diairi makian yang meraung terus…

Bau menyengat para pemulung

Pemulung kasih atau pemulung harta??

Kedua-duanya, itu pasti…

Debu datang mencibirku,”aku lebih mulia darimu”

Membunuhku lagi, kejam!!

 

Kepada siapa aku mengadu..

Melihatmu merampas lembaran hidup, katamu..

Melihatmu menenteng koper bertuliskan penguasa

Perih tak menentu di hati ini

Padahal langit kita sama..

 

Tak ada yang lebih hebat dan kuat

Tapi..kekuasaan menjadi senjata ampuhmu!

Sangar bengismu tak lebih dari sebuah pancingan

Yang bertahta atas dukungan palsu….

Murkamu menandingi skenario Pilatus!

Air tangannya kau simpan, bahwa kau ikut munafik..

Entah dunia sudah lelah menegurmu

Kau tetap saja jatuh…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s